Pagi itu, 7 Oktober, matahari muncul malu-malu di balik bukit barisan. Kabut tipis masih bergelayut di atas hamparan sawah Sungai Pagu, seolah ikut menyambut Hari Bhakti Pendamping Desa. Di salah satu jorong, suara ayam bersahut-sahutan dengan tawa anak-anak yang berangkat sekolah. Hari terasa biasa, tapi bagi kami, para pendamping desa, hari ini punya makna yang berbeda. Seperti biasa, saya memulai pagi dengan meninjau kegiatan BUMNag di Nagari Pulakek Koto Baru. Di sana, beberapa pemuda sedang mencoba mengelola usaha kecil hasil pelatihan m…
Social Plugin